LPMPP UNUSIDA Perkuat Mutu Akademik melalui Rapat Pembahasan Draft Kurikulum DKV dan PGMI

pada 8 April 2026, Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) dan Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) mengikuti kegiatan pembahasan draft kurikulum sebagai upaya penyempurnaan dokumen akademik dan peningkatan mutu pembelajaran. Kegiatan yang difasilitasi oleh LPMPP UNUSIDA ini menjadi forum evaluasi bersama untuk memastikan kurikulum yang disusun selaras dengan kebutuhan pendidikan tinggi, perkembangan keilmuan, serta standar mutu yang berlaku.

Rapat ini dihadiri oleh Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Ilmu Komputer, Ketua Program Studi dan Sekretaris Program Studi DKV, dosen Program Studi DKV, Ketua Program Studi dan Sekretaris Program Studi PGMI, perwakilan dosen PGMI, serta anggota LPMPP UNUSIDA. Kehadiran seluruh unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas kurikulum dan mutu pembelajaran di lingkungan universitas.

Dalam pembahasan tersebut disampaikan bahwa kurikulum Program Studi DKV bersifat fleksibel sesuai arahan asosiasi keilmuan, sehingga program studi dapat menyesuaikan kebutuhan pembelajaran yang sudah berjalan. Salah satu poin penting yang dibahas adalah perubahan jumlah Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) menjadi delapan CPL agar lebih terstruktur dan relevan dengan kompetensi lulusan. Sementara itu, Program Studi PGMI juga melakukan penyesuaian kurikulum agar selaras dengan kebutuhan pendidikan dasar, perkembangan pedagogik, dan tuntutan kompetensi calon pendidik masa kini.

Selain itu, tim juga melakukan pembahasan terkait pemetaan bahan kajian, pemetaan CPL, CPMK, dan mata kuliah. Dalam evaluasi tersebut ditekankan bahwa satu mata kuliah sebaiknya tidak memuat terlalu banyak CPL, dengan batas maksimal empat CPL agar proses pembelajaran lebih fokus, efektif, dan terukur.

Rapat juga menyoroti pentingnya pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) bersama stakeholder, pengguna lulusan, alumni, serta mitra institusi yang hingga saat ini belum terlaksana secara optimal. Kegiatan tersebut dinilai penting sebagai bahan masukan dalam pengembangan kurikulum yang sesuai kebutuhan dunia kerja, dunia pendidikan, dan perkembangan masyarakat.

Beberapa aspek administrasi akademik lainnya juga menjadi perhatian, seperti kelengkapan kolom CPMK, modalitas atau bentuk pembelajaran, serta penyusunan visi, misi, tujuan, dan strategi (VMTS) program studi yang perlu dicantumkan secara lengkap dalam dokumen kurikulum masing-masing program studi.

Pada bagian penerimaan mahasiswa baru, dibahas pula kemungkinan penambahan syarat kompetensi calon mahasiswa sesuai karakteristik program studi. Untuk DKV, misalnya, dapat ditambahkan tes kemampuan menggambar serta persyaratan kesehatan berupa tes buta warna. Sedangkan untuk PGMI, penekanan diarahkan pada kesiapan akademik dan minat calon mahasiswa di bidang pendidikan dasar.

Selain itu, evaluasi kurikulum dari tahun ke tahun juga perlu dimasukkan ke dalam dokumen, termasuk hasil tracer study sebagai dasar pengembangan berkelanjutan. Tim juga menyepakati bahwa format Rencana Pembelajaran Semester (RPS) perlu dimasukkan ke dalam buku kurikulum beserta bentuk penilaian yang mengacu pada bobot penilaian sesuai standar pembelajaran.

Melalui kegiatan pembahasan draft kurikulum ini, Program Studi DKV dan PGMI diharapkan mampu menghasilkan dokumen kurikulum yang lebih komprehensif, adaptif, dan relevan sehingga mampu mencetak lulusan yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di bidangnya masing-masing.