Pada Selasa, 19 Mei 2026, telah dilaksanakan rapat koordinasi Mata Kuliah Umum (MKU) yang membahas berbagai langkah strategis dalam upaya meningkatkan kualitas dan keseragaman pelaksanaan pembelajaran di lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo. Rapat ini menghasilkan sejumlah keputusan penting yang berfokus pada penyelarasan kurikulum, penguatan capaian pembelajaran, serta standarisasi sistem pembelajaran.
Dalam rapat tersebut disepakati bahwa capaian pembelajaran lulusan (CPL) MKU akan difokuskan pada dua aspek utama, yakni keaswajaan dan pembentukan karakter mahasiswa. Penegasan ini menunjukkan komitmen institusi dalam membangun lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki nilai ideologis dan moral yang kuat.
Selain itu, mata kuliah Basic Entrepreneur direncanakan untuk ditempatkan pada semester awal, tepatnya semester 3. Penempatan ini bertujuan untuk memberikan fondasi kewirausahaan kepada mahasiswa sebelum mereka menempuh mata kuliah lanjutan yang bersifat lebih aplikatif, seperti applied atau edupreneur.
Rapat juga membahas rencana perubahan dan penyamaan nomenklatur MKU. Kebijakan ini masih menunggu Surat Keputusan (SK) dan direncanakan akan diterapkan secara menyeluruh pada kurikulum 2028. Namun demikian, Program Studi PGMI dijadwalkan akan mulai mengimplementasikan perubahan tersebut lebih awal, yakni pada tahun 2026.
Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, peserta rapat juga menyepakati pentingnya penyusunan dan penyamaan bahan ajar, tugas, serta sistem evaluasi seperti Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS). Kegiatan ini direncanakan akan segera dilaksanakan pada bulan Juni.
Tidak hanya itu, penyusunan jadwal MKU juga menjadi agenda penting yang akan direalisasikan pada bulan yang sama, guna memastikan pelaksanaan perkuliahan berjalan lebih terstruktur dan terkoordinasi.
Secara keseluruhan, rapat koordinasi ini menjadi langkah awal dalam menciptakan sistem pembelajaran MKU yang lebih terstandar dan terintegrasi. Diharapkan, hasil dari rapat ini dapat segera ditindaklanjuti sehingga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan pengalaman belajar mahasiswa.
