Surabaya, 1 Juli 2026 – Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melaksanakan kegiatan benchmarking ke Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebagai upaya memperkuat implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di lingkungan UNUSIDA.
Kegiatan benchmarking ini diikuti oleh perwakilan Gugus Penjaminan Mutu (GPM) dari berbagai fakultas di UNUSIDA, yaitu Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), dan Fakultas Teknik (FT). Turut hadir pula Sekretaris Pengembangan Pengajaran UNUSIDA, Koordinator Mata Kuliah Umum (MKU) dan Aswaja.
Dalam sesi pemaparan, Kepala Kantor Penjaminan Mutu ITS, Prof. Sri Gunani Partiwi, menjelaskan bahwa KPM ITS memiliki pembagian tugas dan fungsi yang terbagi ke dalam tiga bidang utama, yaitu akademik, nonakademik, dan reputasi. Pembagian tersebut bertujuan untuk memastikan seluruh aspek penjaminan mutu dapat dikelola secara optimal sesuai dengan ruang lingkup masing-masing.
Prof. Sri Gunani juga memaparkan bahwa KPM ITS didukung oleh berbagai tim ad hoc yang memiliki peran strategis dalam pelaksanaan penjaminan mutu. Tim tersebut meliputi Dewan Pertimbangan Mutu yang terdiri atas guru besar, asesor, dan anggota senat, tim penyusun dan pengembang standar, tim auditor mutu internal, tim internal reviewer akreditasi nasional, tim pendamping penyusunan kebijakan, serta tim pendamping penyusunan Peraturan Rektor.
Selain itu, beliau menjelaskan bahwa KPM ITS berada langsung di bawah koordinasi Rektor. Sementara itu, pada tingkat fakultas, koordinasi penjaminan mutu dilaksanakan oleh koordinator mutu yang tidak berasal dari unsur struktural. Model tata kelola tersebut mengacu pada ketentuan Permendikti Nomor 39 sebagai dasar penyelenggaraan sistem penjaminan mutu di ITS.
Pada kesempatan yang sama, Adam Fahamzah, S.Kom., memaparkan sistem informasi penjaminan mutu yang telah dikembangkan ITS. Sistem tersebut telah terintegrasi dengan pelaksanaan SPMI akademik maupun nonakademik sehingga memudahkan pemantauan ketercapaian standar, skor implementasi SPMI, hasil Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) yang menunjukkan tren peningkatan maupun penurunan capaian mutu, serta penyajian laporan Audit Mutu Internal (AMI) secara terpadu.
Melalui kegiatan benchmarking ini, peserta memperoleh wawasan mengenai tata kelola penjaminan mutu, pembentukan organisasi mutu, serta pemanfaatan sistem informasi dalam mendukung implementasi SPMI secara efektif. Hasil benchmarking diharapkan dapat menjadi referensi bagi LPMPP UNUSIDA dalam mengembangkan sistem penjaminan mutu yang semakin terintegrasi, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan universitas.
